Protes Terhadap Jalan Rusak, Warga Neglasari Tanami Jalan Dengan Pohon Pisang

Kabupaten Bandung – Warga Neglasari Desa CiKoneng, Pasir Jambu Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menanami jalan Cilame-Cikoneng dengan pohon pisang, dan hanjuang, akibat kondisinya yang rusak parah.

“Aksi ini merupakan salah satu bentuk protes kepada pemerintah daerah setempat, karena jalan penghubung antardesa ini yang rusak parah namun tak kunjung diperbaiki,” ujar salah satu warga Desa Cikoneng, Kecamatan Pasirjambu, Yedi, kepada wartawan, Senin (02/09/2024).

Menurut warga, karena kondisinya yang sudah parah, di jalan milik kabupaten Bandung ini sering terjadi kecelakaan lalu lintas.

Apalagi, saat terjadi hujan, jalan yang berlubang itu digenangi air, sehingga kendaraan yang lewat sering terperosok atau tergelincir.

Kondisi jalan juga banyak yang berlubang dan hampir merata terjadi di sepanjang jalan tersebut.

Warga sudah berulangkali mengeluhkan kondisi jalan rusak itu kepada pihak pemerintah daerah setempat, namun, hingga kini belum ada perhatian.

“Warga sudah kesal, hingga akhirnya terpaksa menanami jalan ini dengan pohon pisang dan hanjuang. Kondisi jalan yang seperti ini juga menghambat akses ekonomi warga,” ucap Yedi.

Hal yang sama di utarakan, Salah seorang Sopir Angkutan Kota, Ujang Sujana mengaku kesal sebagai pengendara angkot dengan kondisi jalan yang rusak parah ini. Padahal jalan ini menjadi jalan alternatif menuju kawasan wisata Ciwidey Kabupaten Bandung.

“Saya ke sini dari tahun 2013, jalannya sudah begini, dan sampai sekarang belum diperbaiki. Kalau hujan, jalanan menjadi licin dan banyak yang jatuh,” ujar Ujang.

Sekretaris Dinas PUTR Kabupaten Bandung, Drs. H. Hidayat Ramdhan, melalui pesan singkatnya saat diminta tanggapannya atas kondisi ruas jalan Cilame-Cikoneng yang rusak berat.

Hidayat mengatakan, pada dasarnya semua yang menjadi sasaran pelayanan menjadi perhatian, tapi tahap pengerjaan di satu lokasi menyesuaikan prosedur sejak proses perencanaan, kekuatan anggaran dan sebagainya.

Sementara itu, Kepala UPTD Sapras Ciwidey, Jajang Supendi, menjelaskan, dari hasil peninjauan di lapangan memang ada beberapa titik yang perlu ditangani.

“Dari 7,2 km panjang jalan Cilame-Cikoneng, sepanjang hampir 2 km memang belum tertangani.

Dari 2 km tersebut, yang benar-benar rusak berat sekitar 500 m. Mudah-mudahan dalam anggaran perubahan tahun ini, kerusakan jalan Cilame-Cikoneng itu masuk prioritas perbaikan,” tutur Jajang.

Untuk realisasinya, lanjut Jajang, mudah-mudahan setelah dianggarkan di Anggaran Perubahan, sekitar bulan November – Desember tahun ini perbaikan jalan itu bisa dikerjakan.

“Untuk teknisnya, jalan yang rusak itu dicor. Kalau di-hotmik itu bangunan pelengkapnya tidak ada, seperti salurannya. Tapi kalau dicor insyaallah akan kuat. Tapi kalau dicor akan membutuhkan waktu 1 minggu lebih agar kering. Tetapi kalau di-hotmik memang cepat bisa 1 hari beres, hanya resikonya karena tidak adanya bangunan pelengkap jalan, jadi hotmiknya akan cepat rusak,” papar Jajang.

Untuk anggaran sendiri, kata Jajang, diperkirakan sekitar Rp180 juta sampai Rp190 juta. Itu untuk perbaikan jalan yang rusak berat sepanjang 500 m.

Jajang juga berpesan kepada masyarakat agar bersabar. Pihaknya minta waktu, karena UPTR tidak tinggal diam dan tidak ada dari UPTR itu membiarkan jalan itu rusak.

“Kami juga ingin jalan itu segera diperbaiki. Insyaallah untuk jalan Cikoneng Rancasampih itu adalah prioritas. Karena di sana itu ada penghubung antar kecamatan dan jalur wisata atau jalan alternatif,” tutup Jajang.

Related posts