Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto, menekankan pentingnya fokus jajaran Polri dan Kejaksaan Agung pada tugas masing-masing dalam menjaga tegaknya sistem peradilan pidana di Indonesia.
Hadi mengatakan bahwa telah berkomunikasi dengan kedua pimpinan tersebut untuk memastikan keduanya tetap fokus pada tugas yang telah ditetapkan.
“Saya sudah berdiskusi dengan kedua pimpinan tersebut, dan penting bagi mereka untuk tetap fokus pada pelaksanaan tugas sesuai dengan bidang masing-masing,” ungkap Hadi Tjahjanto kepada wartawan di Jakarta.
Publik menjadi prihatin atas hubungan antara Polri dan Kejaksaan Agung, terutama setelah munculnya laporan bahwa anggota Densus 88 Anti-Teror Polri mengawasi Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Febrie Adriansyah.
Hadi menjelaskan bahwa masalah tersebut masih dalam proses penyelidikan, dan belum ada kepastian.
Meskipun demikian, Hadi yakin bahwa pimpinan dari kedua lembaga tersebut masih menjalankan tugas dan fungsi mereka sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Hingga saat ini, kedua pimpinan institusi tersebut terus menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik, dan situasinya tetap terkendali. Komunikasi di antara keduanya juga berjalan lancar,” ungkap Hadi.
Dia juga mengapresiasi upaya yang terus dilakukan oleh pimpinan Polri dan Kejaksaan Agung untuk memperkuat dan memelihara integritas lembaganya masing-masing.
“Mereka terus saling mendukung dan melengkapi satu sama lain, karena tugas utama mereka adalah menjaga kestabilan sistem peradilan pidana. Hal ini harus terus dijaga,” tambahnya.
Hadi optimis bahwa jika ada masalah, hal tersebut dapat segera diatasi.
“Semoga ke depannya semuanya dapat berjalan dengan lancar. Kita akan melihat hasil dari penyelidikan yang sedang dilakukan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia.
Insiden di mana anggota Densus 88 Polri mengawasi seorang jaksa pada sebuah restoran di Jakarta Selatan telah menarik perhatian publik. Meskipun begitu, Kapolri dan Jaksa Agung belum memberikan klarifikasi mengenai peristiwa tersebut.
Meski begitu, keduanya terlihat bersama dalam acara peluncuran Government Technology (GovTech) pada acara Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Summit 2024 di Istana Negara.
Meskipun Kapolri dan Jaksa Agung tidak memberikan pernyataan mengenai isu tersebut kepada wartawan, keduanya terlihat akrab dengan berjabat tangan dan berfoto bersama setelah acara itu.

