Akses Jalan Menuju Destinasi Wisata di Kabupaten Bandung Rusak Dikeluhkan Wisatawan

Kabupaten Bandung – Seiring menggeliatnya wisata di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, namun hal itu tak sebanding dengan dukungan infrastruktur jalan.

Pasalnya, di beberapa ruas jalan menuju destinasi wisata di Kabupaten Bandung, kondisi jalannya rusak parah.

Tak hanya warga sekitar, kerusakan jalan pun kerap dikeluhkan pelancong yang berkunjung ke lokasi wisata.

Seperti halnya kondisi jalan ruas Kabupaten Bandung di Kecamatan Pangalengan, tepatnya ruas jalan Pangalengan-Pintu.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan di ruas jalan ini tersebar di beberapa titik.

Padahal, saat ini Pangalengan menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Bandung.

Akibat kerusakan jalan itu, tidak sedikit pengunjung yang berwisata ke Pangalengan, Kabupaten Bandung itu mengeluhkan kondisi tersebut.

Sebab, tidak sedikit pengendara motor dari luar daerah Pangalengan yang terperosok akibat kerusakan jalan tersebut.

“Ini _mah_ bukan rusak lagi (jalan), tapi seperti _walungan saat_ (sungai kering). Padahal di Pangalengan Kabupaten Bandung ini banyak destinasi wisata alam yang banyak diburu wisatawan. Sayang saja, wisata alamnya bagus tapi dukungan infrastrukturnya tidak memadai,” ucap seorang wisatawan asal Purwakarta, Nurdin (43), Selasa (16/4/2024).

Wisatawan lainnya, Akhmad Sobari (50) mengatakan hal serupa. Kondisi kerusakan jalan menuju destinasi wisata di Pangalengan Kabupaten Bandung ini berpotensi menimbulkan kecelakaan.

“Seharusnya pemerintah daerah setempat mendukung dengan geliat wisata di Kabupaten Bandung ini dengan menyiapkan infrastruktur jalan yang memadai. Padahal wisata alam di Pangalengan ini bisa menjadi daya tarik. Wisata alam di Pangalengan ini menjadi daya tarik wisata out door,” ucapnya.

Sebagai informasi, ruas Jalan Pangalengan-Pintu ini berstatus jalan kabupaten.

Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Bandung Nomor 620/Kep.311-DPUTR/2018. Ruas jalan ini memiliki panjang 5,40 kilometer.

Beberapa lokasi wisata di Pangalengan Kabupaten Bandung yang terhubungkan akses ruas Jalan Pangalengan-Pintu ini di antaranya pemandian air panas Cibolang, kebun teh Malabar, kawah Gunung Wayang, Nimo, makam dan rumah Bosscha, hingga Situ Datar.

Sebelumnya, Pemkab Bandung mengaku telah mengalokasikan anggaran Rp 220 miliar untuk perbaikan jalan rusak di seluruh wilayah di Kabupaten Bandung. Salah satunya di ririk ruas Jalan Pangalengan-Pintu.

Menyikapi kondisi jalan di wilayah Bandung Selatan yang menjadi tujuan wisata, Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Sugianto mengaku prihatin.

Hal itu bercermin dari kenyataan yang ada di lapangan bahwa sejumlah ruas jalan kerap dipadati kendaraan wisatawan.

“Dengan kondisi arus wisata di Kabupaten Bandung wilayah selatan terutama musim libur panjang seperti libur ldulfitri, tentu ini harus kita sikapi bersama. Dengan tersebarnya destinasi wisata di Bandung Selatan ini, kondisi ruas jalannya masih kurang memadai. Kepadatan arus lalu lintas tak sebanding dengan ruas jalan yang ada,” ucapnya.

Seperti halnya dengan ruas jalan Ciwidey yang menjadi salah satu ruas jalan pusat dan provinsi, termasuk kabupaten.

Saat musim liburan, kata Sugianto, ruas jalan menuju destinasi wisata di Kabupaten Bandung wilayah selatan kerap macet.

Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, pemerintah pusat dan provinsi harus segera membuat rencana jangka menengah. Sebab, wilayah Bandung selatan menjadi tujuan berlibur, terutama pada saat libur Idulfitri.

“Selain itu, masyarakat juga harus waspada dengan curah hujan yang tinggi. Sebab wilayah Bandung Selatan ini menjadi wilayah rawan longsor. BPBD harus terus mengoptimalisasi mitigasi bencana agar mampu meminimalisir risiko bencana. Baik untuk warga sekitar maupun pengunjung yang berwisata ke Kabupaten Bandung wilayah selatan ini,” ucapnya.

Related posts