Aksi Tagih Utang ke Tim Sukses, Saat Kunjungan Bupati Kepulauan Sula Viral di Media Sosial

Kepulauan Sula, Maluku Utara – Sebuah video beredar viral memperlihatkan seorang perempuan bernama mengamuk saat menagih utang. Yakni kepada tim sukses Bupati Kepulauan Sula, Maluku Utara, Fifian Adeningsi Mus.

Peristiwa itu pun direkam warga saat bupati bersama rombongan berkunjung ke pasar, pada Kamis (13/4/2023) dan langsung beredar viral di media sosial.

Dari vidio tersebut, wanita tersebut menyebutkan karena sudah 4 tahun lebih, makanya dirinya merasa terlalu sakit terus-terusan dibohongi akan dibayar utangnya.

Belakangan diketahui perempuan berjilbab tersebut bernama Yana Leko, pedagang sembako di pasar rakyat Makdahi, Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula.

Yana mengaku aksinya tersulut emosi karena merasa dibohongi dan aksinya itu tidak ditujukan ke Bupati Fifian, melainkan kepada tim sukses, terkait utang senilai Rp 85 juta, saat pilkada 2019 lalu.

“Yang pinjam itu atas nama mantan Kadis PUPR Samsul Bahri Soamole dan salah satu pegawai di ULP, Rosihan Buamona,” sambung Yana.

Yana menjelaskan, tidak ada kalimatnya yang menyebut nama bupati. Namun karena tersulut emosi yang tak terkendali, sehingga ia mengamuk lantaran merasa ditipu oleh sejumlah kepala dinas yang kebetulan ikut dalam kunjungan bupati ke pasar.

“Karena suami saya pergi ke kadis satu untuk mengambil utang, kemudian disuruh pergi lagi ke kadis satu, selalu saja begitu. jadi biar saya sampaikan di depan bupati supaya bupati juga tahu kadis-kadisnya seperti apa,” jelasnya.

Karena aksinya itu, utangnya pun langsung dibayar oleh Rosihan Buamona. Ia pun langsung meminta maaf kepada bupati Fifian.

“Kemarin itu memang saya sangat emosi, tapi saya tidak menyebut nama bupati, jika ada pemberitaan bahwa saya menagih utang ke bupati itu mungkin media yang tambah-tambah,” ujarnya.

Terpisah Rosihan Buamona, membenarkan bahwa telah memgembalikan uang tersebut kepada suami Yana Lek.

Rosihan mengaku, persoalan pinjaman itu tidak membawa nama bupati, melainkan atas nama mantan Kadis PUPR.

“Tapi masalahnya sudah selesai. Tapi yang jelas pinjaman itu tidak ada yang membawa nama bupati,” tandasnya.

Related posts