Sragen, Jawa Tengah – Sebanyak delapan kecamatan dilaporkan terendam banjir di Sragen. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Provinsi Jawa Tengah, Dikki Rulli Perkasa.
“Untuk kondisi saat ini, 8 kecamatan di Sragen yang terdampak banjir. Pertama, ada Kecamatan Masaran, lalu ada Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Sukodono, Merongkol, Sambungmacan, Plupuh, dan Kesesi,” tutur Dikki, Jumat (3/3/2023) malam WIB.
Selain hujan deras, Banjir di Sragen disebabkan oleh luapan sungan Mungkung dan Sungai Bengawan Solo yang tidak mampu menampung volume air hujan. Sementara itu, sejak Kamis, (2/3/2023) hujan deras mengguyur Desa Tangkil yang berpenduduk 1245 jiwa.
Sementara ketinggian air mencapai 1,5 Meter. Berdasarkan data yang dihimpun, warga yang terdampak banjir Sragen ada 400 keluarga atau 1200 jiwa, merendam sekitar 300 rumah penduduk, area sawah, dan akses jalan.
“Umumnya, ketinggian air antara 20 sampai 150 senti meter. Yang tertinggi ada di Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh. Memang secara total, masyarakat yang terdampak ada 400 keluarga atau 1200 jiwa,” ungkapnya.
“Meski begitu, di Sragen masih belum ada pengungsian. Jadi, kalau kita liat tidak adanya pengungsian, warga yang terdampak banjir masih tertangani dengan baik.”
Tim gabungan dari masyarakat, BPBD, dan TNI telah mengevakuasi warga dengan prahu karet. Terdapat empat keluarga yang mengungsi akibat banjir di Kecamatan Kesesi.
“Namun, ada juga di Kecamatan Kesesi 4 keluarga atau 10 jiwa yang mengungsi. Umumnya, mereka sudah ditangani oleh pihak BPBD dan mengungsi ke rumah saudaranya,” katanya menambahkan.
BPBD Sragen juga telah memberikan bantuan berupa pelayanan transportasi. Selain itu, pihaknya juga tengah mendata dampak yang menimpa masyarakat akibat banjir ini.
“Untuk saat ini, tengah dilakukan penanganan pemberian bantuan transportasi warga menggunakan perahu. Saat ini juga masih dihitung dampak dari sisi lain, sepeti kerusakan sarana dan prasarana, dampak ekonomi akibat kerusakan sawah, dan alinnya,” ujarnya.
Selain itu, Dikki mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendirikan posko-posko kesehatan di beberapa desa yang terdampak banjir. Selain itu, ia juga mengatakan BPBD Sragen telah membangun dapur umum dan memberikan logistik ke[ada warga yang terdampak banjir.
“BPBD Sragen sedang melakukan pendataan sampak kerusakan yang ada dan mendirikan posko kesehatan di setiap desa yang terdampak. Kami juga mendirikan dapur umum di setiap desa, serta dukungan logistik kepada warga yang terdampak banjir,” ucapnya.

