Kabupaten Bandung – Calon Bupati Bandung Sahrul Gunawan, terus berkeliling mensosialisasikan dirinya bersama Gun Gun Gunawan sebagai calon Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Bandung pada pilkada 2024-2029 kepada masyarakat.
Kali ini calon Bupati yang juga artis sinetron ini mendatangi sejumlah tempat di wilayah di Majalaya Kabupaten Bandung Jawa Barat.
Mulai dari berolah raga senam hingga menemui para tokoh masyarakat di Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung.
Dalam kesempatan tersebut Sahrul Gunawan menawankan sejumlah program jika dirinya terpilih menjadi Bupati Bandung, salah satunya peningkatan ekonomi masyarakat dengan potensi ekonomi kreatif.
Menurut Sahrul Gunawan, perlu adanya keseriusan dan dibuat program yang komprehensif sampai dengan simpul-simpul di bawah.
“Saya kira ini akan menyumbangkan PAD luar biasa. Setidaknya dari aset yang ada. Seperti pengelolaan Si Jalak Harupat untuk olahraga, konser, kita harus siapkan pendukungnya. Infrastruktur,”Ucap Sahrul saat di temui di Majalaya, Senin (04/11/2024).
Lebih lanjut Sahrul mengatakan salah satu aset daerah yaitu Gedung Budaya Sabulilungan bisa di buat kalender dan kerja sama dengan berbagai pihak, karena memang even itu menjadi pemacu ekosistem ini terbentuk. Dan memang untuk bagaimana kita bisa memberdayakan anak-anak muda.
“Kita nanti akan membentuk tim, termasuk menghayer pihak profesional. Nantinya membuat modul-modul pola-pola pelatihan sampah ke bawah. Kemudian juga kita buat wadah-wadah untuk anak muda berkreasi. Minimal dari HP yang mereka punya. Jangan sampai jadi kegiatan komsumtif, tapi bagaimana produktif mereka diberikan pelatihan misalnya jadi konten kreator, lalu kita akan membuat program menciptakan 1.000 influencer,” jelasnya.
Nantinya dana yang digelentorkan dengan impact nya nanti yang dirasakan pemerintah lebih besar manfaatnya. Karena mereka dilatih sekaligus menjadi agen-agen dari segala potensi yang ada di Kabupaten Bandung. Sekarang zamannya sosial media.
Dengan ekonomi kreatif, pemberdayaan ekonomi bisa betul-betul dirasakan masyarakat. Ketika celah-celah ini terbuka, potensi ekonomi ada, dengan sendirinya masyarakat akhirnya tidak tergantung ke bank emok.
“Saya merasa miris sekali satu keluarga menggunakan 4 KTP masing-masing utangnya Rp1 juta. Mau bagaimana bayarnya, jadi kita jangan berupaya menyaingi bank emok, tapi kita ciptakan potensi ekonomi bagi masyarakat, untuk kita berdayakan lagi lembaga-lembaga pelatihan dikerjasamakan. Kita jadikan lembaga keuangan milik kita sehingga menjadi efektif dan dirasakan oleh masyarakat.,” harap Sahrul.
“Hal tersebut tergantung bagaimana effort kita. Jangan hanya dari sisi profit material, tapi profit value itu yang harus seimbang. Sehingga semua memiliki semangat yang sama. Dan prinsip bahwa Kabupaten Bandung anu urang, ku urang, keur ruang, itu akan terus digaungkan. Ini akan menjadi gerakan yang masif dan orientasinya dengan situasi saat ini, ekonomi sulit dan ketergantungan dari bagaimana pemerintah harus dalam tanda kutip berkontribusi terhadap mereka/masyarakat ini harus dirubah mindshet. Jadi pergerakan itu bottum up. Dan harus dicontohkan. Ketika menggaungkan itu contohnya ya clean goverment, clear governance. Memang tidak bisa instan dan tiba tiba kita merubah seperti membalikkan telapak tangan. Tapi Insha Allah dengan kita punya semangat untuk mengubah Insha Allah bisa,” pungkasnya.

